Janji senja.


Aku berdiri menengadahkan kepalaku, menjajah langit biru-keemasan di pergantian hari tepat saat jarum jam bergeser lurus membentuk 150 derajat. Matahari sedang terburu-buru pergi rupanya, agar tepat waktu sampai di paginya belahan bumi yang lain. Terlewat beberapa menit aku menikmati cantiknya yang membumi, sinarnya menembus lembut cela-cela tubuh awan yang gumpal memanjang. Selang hitungan detik, pelan-pelan... Ia pergi dan lenyap dari pandangan. Ia mengucapkan sampai jumpa padaku lewat burung-burung yang terlihat asik bermain di atas sana, riuh bersaut-saut menandakan kegirangan, umpama berkata bahwa dipergantian hari yang besok ia akan datang lagi, bahkan menjanjikan indah yang berbeda setiap harinya. Burung-burung itu tak kenal silau senja. Sore sudah terlihat bak surga pun istana mereka. Terbang lepas. Ah, nikmat-Nya yang mana lagi yang harus di dustakan?

To be continue ...

Gandusari, 18 Agustus 2014
Asna

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar