Jumat, 12 Desember 2014

Manisnya kota kediri sore itu.

Diposkan oleh Asna Mufidah di 02.52 0 komentar

Tidak ada yang lebih manis dari "...Nduk, kapan pulang? Bapak mau masak makanan kesukaanmu, tapi nunggu kamu pulang dulu..."

Bapak manis sekali hari itu.

Kediri, 11 Desember 2014
Percakapan via telfon saat kota kediri diguyur hujan; sore hari.

Selasa, 19 Agustus 2014

Janji senja.

Diposkan oleh Asna Mufidah di 00.25 0 komentar

Aku berdiri menengadahkan kepalaku, menjajah langit biru-keemasan di pergantian hari tepat saat jarum jam bergeser lurus membentuk 150 derajat. Matahari sedang terburu-buru pergi rupanya, agar tepat waktu sampai di paginya belahan bumi yang lain. Terlewat beberapa menit aku menikmati cantiknya yang membumi, sinarnya menembus lembut cela-cela tubuh awan yang gumpal memanjang. Selang hitungan detik, pelan-pelan... Ia pergi dan lenyap dari pandangan. Ia mengucapkan sampai jumpa padaku lewat burung-burung yang terlihat asik bermain di atas sana, riuh bersaut-saut menandakan kegirangan, umpama berkata bahwa dipergantian hari yang besok ia akan datang lagi, bahkan menjanjikan indah yang berbeda setiap harinya. Burung-burung itu tak kenal silau senja. Sore sudah terlihat bak surga pun istana mereka. Terbang lepas. Ah, nikmat-Nya yang mana lagi yang harus di dustakan?

To be continue ...

Gandusari, 18 Agustus 2014
Asna

Minggu, 23 Maret 2014

Suksesmu

Diposkan oleh Asna Mufidah di 21.01 0 komentar

Kepada Pangeran,
Hai selamat pagi menjelang siang untukmu. Hari ini awal dimulainya materi pendalaman disekolah, sepertinya aku akan sibuk sampai 3 minggu kedepan. Sibuk mendalami berbagai materi yang akan diujikan dalam Ujian Nasional.

Pangeran,
Aku tidak melihatmu hari ini. Aku berharap kamu mempunyai kesibukan yang sama, sehingga membuat pertemuan kita menjadi langka. Dalam kurun waktu yang tinggal puluhan hari ini, aku tidak banyak berharap akan punya banyak waktu untuk bertemu meski sesekali. Daripada berharap temu, aku lebih banyak berharap pada kesuksesanmu setelah puluhan hari ini terlewati nanti. Kesuksesan yang pasti akan kamu capai dengan kerja cerdas juga kerja kerasmu. Selamat berjuang untukmu.

Semoga sukses,

Fida

Serapat Rindu

Diposkan oleh Asna Mufidah di 12.36 0 komentar
Selamat malam Pangeran,
Maaf menulis surat selarut ini untukmu. Aku terjaga diseperempat malam dan tiba-tiba memikirkanmu setelah membaca beberapa kutipan dan tweet bertema cinta; dalam diam. Ah betapa kutipan dan tweet bagus adalah akar yang membuatku begitu betah duduk berjam-jam meski hanya bersama telfon genggam kesayanganku.
Pangeran,
Sudah lama sekali tidak mendengar kabarmu. Semoga kamu selalu dalam keadaan sehat dan baik dalam ibadahmu. Aku belum mengenalmu dengan baik, tapi berbincang denganmu sudah mampu membuat aku serindu ini. Seperti candu. Aku rindu berbincang banyak hal tentang kesamaan kita yang membuatku tertarik dan enggan melewatkan setiap detiknya. Aku ingin waktu diperlambat, agar perbincangan kita lebih lama. Dengan begitu, aku akan segera tahu yang menjadi kebiasaanmu, kesukaanmu, makanan favoritmu dan yang lainnya termasuk mengetahui kondisi hatimu saat ini. Seperti yang sudah kukatakan diawal, aku belum mengenalmu dengan baik. Sayang, semua tidak mudah sejalan dengan inginku karena kondisi yang sudah sangat jauh dari mimpi-mimpiku sebelumnya.
Iya. Perbincangan kita jadi begitu langka. Dan yang ingin kutahu saat ini hanya satu; bagaimana kabarmu, Pangeran?
Salam,
Fida

Rabu, 05 Maret 2014

Bingung kasih judul apa?

Diposkan oleh Asna Mufidah di 05.36 0 komentar
Aku belum pernah mendapati bahagiamu sesempurna beberapa waktu yang lalu, mendapati sosokmu selembut itu, mendapati kamu bersenang hati menemani seseorang meski berbatas teks melalui satelit dan mendapati kamu begitu antusias menjaga percakapanmu dengan sesorang. Sepertinya, ada seseorang yang sudah dengan tulusnya datang bersedia merawat lukamu sampai luka itu hampir sembuh. Aku katakan hampir karena dia belumlah genap menyembuhkan lukamu dan menurutku semua butuhlah waktu, termasuk butuh waktu untuk membuatmu sadar kalau kamu jatuh cinta dan butuh waktu untuk ia sadar sudah mengisi kehidupanmu dengan perhatian-perhatian kecilnya. 
Aku bersyukur. Dengan begini aku tak lagi harus sesering mungkin menegur setiap tutur katamu yang salah, nada bicaramu yang kadang melengking, kekanak-kanakanmu yang terlalu sering membuat aku kangen dan semua ulahmu yang membuatku tak bisa tinggal diam.
Pada akhirnya kamu sudah menemukan seseorang yang mampu membuatmu lebih menghargai kerja keras oranglain dan mendewasakanmu dalam banyak hal.

Yang membuatmu baik tidak boleh dilepas begitu saja, jaga dia sebaik-baiknya kekuatanmu menjaga ya.

Kamu sudah harus dewasa, Sob. :)


Gandusari, 5 Maret 2014
Asna Mufidah.
 

Memories of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review