King 2 Hearts (Korean Drama)


"Kenapa aku terus mempercayainya setelah dibodohi berkali-kali?"
"Kenapa aku berusaha keras untuk mendapatkan cintanya saat dia terus-menerus menertawakanku?"



Ini aku capture quote dari sebuah drama korea bergenre romance juga black comedy, masih termasuk baru. Drama ini tayang perdana pada tahun 2012, tepatnya bulan maret. Judul dramanya "King 2 Hearts", bagi para penggemar Korean Pop (K-pop) pasti tau kan? Ya, mungkin bagi sebagian dari kalian (K-pop) ada yang kurang suka dengan drama berlatar-belakang tentang kerajaan, tapi jangan salah drama ini adalah drama komedi hitam (Black Comedy) tentang dua negara korea yang berseteru dan secara fiktif diceritakan pada masa sekarang ini yang masih memiliki raja-raja yang berkuasa dinegaranya. Aku saranin kalian nonton drama ini (bagi yang belum; maksudnya).


Lee Seung Gi sebagai Lee Jae Ha 
Ha Ji Won sebagai Kim Hang Ah

Lee Seung Gi berperan sebagai Lee Jae Ha, adik raja di Korea Selatan. Ia adalah seorang playboy yang tidak tertarik politik sama sekali. Meski begitu ia punya IQ yang tinggi dan berjiwa patriotik. Dalam suatu latihan bersama dengan Korea Utara, ia bertemu dengan seorang perwira cantik, Kim Hang Ah (Ha Ji Won), yang sangat jagoan namun juga berjiwa romantis. Mereka tentu saja tidak cocok dan selalu bertengkar setiap kali bertemu, tapi mereka juga tak bisa menghindar dari tugas negara dan terpaksa bekerja sama. Seiring berjalannya waktu, benih cinta di antara mereka pun tumbuh. Tapi sang Pangeran (Lee Jae Ha) kemudian mendengar berita bahwa kakaknya meninggal karena dibunuh oleh pihak Korea Utara, dan ia diminta untuk membalaskan dendam keluarga. Permasalahannya, Jae Ha telah terlanjur mencintai Hang Ah. Namun, seiring waktu berlalu, kebenaran pun terungkap, dan kunci kebenaran itu sendiri adalah  ingatan sang adik dari Lee Jae Ha bernama Lee Jae Shin


"Loh kok kunci ada sama ingatannya Lee Jae Shin?"

"Penasaran?"

"Iya...."

"Makanya, nonton wkwkwk!!"


Oke, tentang drama Black Comedy, ada yang belum tau apa itu drama Black Comedy? Kalau belum, baca kutipan dibawah ini,

"Ada kalanya lawakan tidak memancing tawa. Bukan karena garing, tapi isi lawakannya yang tidak etis". 

Nah, dan drama ini termasuk ke dalam genre tersebut, Black Comedy. Waktu nonton ini, kadang ada kalanya aku gemes sama pemerannya, terutama Lee Seung Ki sebagai Lee Jae Ha. Dia memang terlihat sedikit nakal (playboy) dan tidak punya tanggung jawab, seenaknya di episode awal, kedua dan ketiga. Tapi, dia punya cara berbicara yang menurut aku itu cool tapi nyesek dihati (bekasnya gak hilang-hilang), ibarat kertas yang masih putih bersih yang diremas-remas, apa yang terjadi saat kertas itu dibuka kembali? Iya, terbuka! Hanya kusutnya karena diremas tak akan hilang, tapi membekas. Itu. Dan drama ini menyajikan beberapa dialog disetiap episode-nya yang sebenarnya itu "lucu" namun yang membuat itu tidak lucu lagi adalah kalimatnya yang disajikan secara halus namun menusuk. Salah satu yang aku tau tentang makna tersirat tiap kalimatnya, hinaan. So, mulut itu salah satu senjata utama dalam melawak. Hal yang paling mudah dalam memunculkan bahan tertawaan dari mulut ialah dengan menghina orang lain. Hinaan memang bisa menjadi sesuatu yang mengundang tawa. Akan tetapi, hal ini juga memiliki batasan. Harus ada batas-batas sensitif yang membuat hinaan pengundang tawa ini tetap dalam kerangka humor semata, tidak lebih. Apa yang membatasinya ialah kesadaran etika. Ketika setiap orang punya kesadaran ini, ia akan lebih menyaring perkataannya, dapat memilah mana yang bisa dijadikan hinaan, mana yang tidak. Meskipun antara hal yang bisa dijadikan bahan hinaan dan tidak tersebut sama-sama punya potensi memancing tawa. 

With love,
Asna.

Share this:

, ,

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar